Minggu, 13 September 2009

ANALISIS UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK PUISI

Puisi pada prinsipnya dibangun seperti halnya cerpen, novel, drama dan roman yaitu atas dasar unsur intrinsik dan ekstrinsik. Agar lebih jelas mari kita lihat penjelasan berikut :

1. UNSUR INTRINSIK

Unsur intrinsik adalah unsur pembentuk puisi yang berasal dari dalam sastra itu sendiri. Jenis – jenisnya sebagai berikut :

1.Tema yaitu sesuatu yang menjadi dasar puisi,sesuatu yang menjiwai puisi,atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam puisi.

Contohnya : bencana alam, keindahan kehidupan, sosial, atau kegagalan hidup.

2.Diksi ( pilihan kata ) yaitu ketepatan penggunaan kata yang dapat menentukan kekuatan daya sugesti, pengimajinasian atau ekspresi yang yang diungkapkan penyair.

Contoh : kata wanita penyair menggunakan kata bunga atau dara.

3. Majas.

Majas dalam puisi berfungsi sebagai berikut :

a. puisi menjadi nikmat untuk dibaca.

b. Menghasilkan kebahagiaan khayalan. ( imajinatif )

c. Menyampaikan makna yang lebih luas.

4. Rima yaitu pengulangan bunyi untuk membentuk keindahan bunyi.

Contoh : desir desau desah air mengalir

Rang rang rangkup batu bertangkup

Aku

Kalau sampai waktuku

Kumau tak seorang kan merayu

5. Tipografi atau tata wajah yaitu penataan larik atau baris – baris puisi untuk membentuk bait yang padu, sehingga menimbulkan aspek kekuatan makna dan ekspresi penyair.

Contoh :

Hyang ?

Yang

Mana ke

Atau

Dari

Mana

Meski

Pun

Lalu se

Bab

Antara

Kau

Dan

Aku

2. UNSUR ESKTRINSIK

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk karya sastra yang berasal dari luar karya sastra itu sendiri. Unsur ini meliputi unsure agama, ekonomi, budaya, politik, biografi penyair.

Contoh : ( puisi mbeling )

Teka teki

Saya ada dalam puisi

Saya ada dalam cerpen

Saya ada dalam novel

Saya ada dalam roman

Saya ada dalam kritik

Saya ada dalam esai

Saya ada dalam wc

Siapakah saya ?

Jawab : H.B Jassin

Mengapa : Karena tahun 70-an sastra Indonesia didominasi oleh sastrawan yang sudah mapan termasuk H.B Yasin. Sastrawan muda merasa tidak diberi kesempatan untuk tampil. Melalui karya – karyanya mereka mencoba berontak terhadap keadaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar